Ubai, Bocah 5 Tahun Penyandang Disabilitas Ganda

0
(0)

Jakarta – Tangis Rully Hermawan (36) dan Nia Kurdi (34) pecah saat Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial, Grace P Batubara, mengunjungi buah hati mereka yang mengalami disabilitas ganda di Kampung Lubang Buaya, Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Alhamdulillah, senang banget, tidak nyangka akhirnya pemerintah tahu juga soal Ubai dari yang awalnya saya nekat mau jual ginjal. Berasa mimpi aja didatengi Ibu ke sini”, ujar Rully menerima kedatangan Grace.

Rully yang hanya pedagang gorengan, sebelumnya berniat menjual ginjalnya demi kelangsungan hidup anak keduanya, Zayyan Faiq Ubaidillah atau Ubai. Bocah 5 tahun ini merupakan penyintas disabilitas ganda.

Rully mengatakan, Ubai sebelumnya menderita rubella kongenital yang kemudian mengakibatkan matanya katarak, dan menyebabkan dia tuli, mikrosefali, bahkan menderita penyakit jantung bawaan, GDD (Global Developmental Delay), serta gangguan fungsi hati.

Ubai memakai alat bantu dengar implan koklea sejak berusia 2,5 tahun dan harus membayar asuransi untuk alat bantu ini sebesar Rp4,5 juta per tahun.

“Ubai juga memiliki masalah pencernaan yang membuatnya kesulitan untuk mencerna dan menyerap sari-sari makanan, sehingga semua makanan yang dimakan harus dihaluskan. Kondisi ini mengakibatkan berat badan Ubai saat ini hanya 14 kilogram,” ujar Rully, dalam siaran tertulis, Selasa (6/10/2020).

Rully menambahkan, Ubai memakai kacamata yang hampir 5 tahun menemaninya. Seharusnya setiap 3 bulan kontrol ke dokter mata, namun karena alasan biaya hal itu jarang dilakukan bahkan hampir tak pernah.

Rully mengaku tidak memiliki BJPS karena sudah tidak mampu untuk membayar iuran bulanan, sehingga beberapa pengobatan terpaksa dihentikan dan hanya lakukan terapi.

Meski demikian, Rully terus berjuang agar kelak Ubai menjadi anak yang dapat hidup mandiri, tidak terlunta-lunta dan menyusahkan orang lain, karena kekurangan yang dimilikinya.

“Karena kami sadar, sebagai orang tua tidak selamanya dapat mendampingi Ubai,” ungkapnya.

Direktur Rehabilitasi Sosial Anak, Kanya Eka Santi menyatakan, respons cepat atas apa yang dialami Ubai merupakan upaya wujud Kementerian Sosial hadir di tengah-tengah masyarakat.

“Di Direktorat Jenderal Rehsos sebagai bagian dari Asistensi Rehabilitasi Sosial kami ada respons kasus untuk situasi-situasi kedaruratan dan ini merupakan bagian itu. Kami berkoordinasi dengan Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas mengupayakan agar anak-anak dapat terpenuhi hak-haknya. Makna Kementerian Sosial Hadir luar biasa, harus cepat” ucap Kanya.

Dalam kesempatan itu, istri Menteri Sosial, Grace ,menyerahkan bantuan berupa alat bantu dengar, kacamata, pampers, tisu basah, dan bahan asupan nutrisi bagi Ubai seperti beras coklat, sari kedelai, vitamin prebiotik, minyak ikan, zat besi.

Tidak hanya memberikan bantuan, Grace juga menyempatkan waktu berbincang dan memberikan motivasi.

source : idntimes

Apakah artikel ini menarik menurut kamu?

Nilai arikel ini sekarang!

Nilai Rata-Rata 0 / 5. Jumlah Penilai: 0

Belum ada yang menilai, Jadilah yang pertama untuk menilai artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *