Serahkan Bendera Merah Putih ke TNI, Wanita Ini Menangis saat Demo

0
(0)

Jakarta – Di balik hiruk pikuk demonstrasi penolakan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja di ibu kota menyimpan cerita lain. Seorang ibu menangis saat menyerahkan bendera merah putih kepada seorang prajurit TNI yang berjaga, di depan gedung DPR di Senayan, Kamis 8 Oktober 2020.

Aksi yang diduga dilakukan seorang buruh bernama Eva tersebut, sontak viral di media sosial. Salah satu akun Instagram yang mengunggah video tersebut adalah @infokomando.

“Sambil menangis, wanita ini menyerahkan bendera merah putih kepada prajurit Marinir,” tulis @infokomando, dikutip IDN Times, Jumat (9/10/2020).

Sambil menitikkan air mata, Eva mengatakan bahwa dia hanya percaya pada TNI dan berjanji dia akan melakukan aksi bersama teman-teman secara damai.

“Saya tidak anarkis, saya tidak bakar-bakar, saya jalan kaki dari pagi bersama teman-teman. Saya hanya percaya sama bapak TNI, saya cuma mau antar Ini. Bapak bisa menjaganya dan semua rakyat bapak yang ada di sini, I love you Pak TNI,” ujar dia.

Seperti diketahui, demonsrasi penolakan UU Cipta Kerja besar-besaran terjadi nyaris di seluruh kota-kota besar di Indonesia, sejak 6 Oktober 2020 hingga puncaknya kemarin, Kamis, 8 Oktober 2020. Buruh, mahasiswa dan elemen masyarakat lain turun ke jalan menolak pengesahan Omnibus Law.

Omnibus Law Cipta Kerja dianggap hanya menguntungkan pengusaha dan merugikan buruh. Mirisnya, pembahasan terakhir rancangan undang-undang ini dilakukan akhir pekan lalu, persisnya malam Minggu, 3 Oktober 2020 dan disahkan secara resmi pada Senin 5 Oktober 2020. Menjelang azan maghrib.

Unjuk rasa serentak ini sebagian besar berujung pada bentrok antara pengunjuk rasa dengan aparat keamanan. Beberapa fasilitas umum pun jadi korban perusakan.

Demonstrasi di Jakarta berlangsung hingga Kamis petang. Massa yang berkumpul di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, masih terus unjuk rasa menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja. 

Berdasarkan pantauan IDN Times di lokasi, massa masih terlibat bentrok dengan kepolisian yang berjaga di lingkungan Istana Kepresidenan, atau lebih tepatnya di depan Kantor Sekretariat Negara.

Hingga pukul 18.40 WIB, polisi masih terus berusaha mengurai massa dengan menembakan gas air mata. Massa juga masih terus melawan polisi dengan melemparkan batu dan botol air mineral.

Aksi massa meluas hingga ke sekitar Gedung Sarinah dan Bundaran Hotel Indonesia di Jalan MH Thamrin. Bahkan, halte TransJakarta di depan Plaza Indonesia jadi korban pembakaran. Begitu pula halte di depan Sarinah, Senen. Setidaknya ada 11 halte TransJakarta yang dirusak massa.

source : idntimes

Apakah artikel ini menarik menurut kamu?

Nilai arikel ini sekarang!

Nilai Rata-Rata 0 / 5. Jumlah Penilai: 0

Belum ada yang menilai, Jadilah yang pertama untuk menilai artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *