PN Jakarta Pusat Tunda Sidang Jaksa Pinangki karena Lockdown COVID-19

0
(0)

Jakarta – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menunda sidang lanjutan kasus gratifikasi dan pencucian uang yang menjerat Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Hal ini berkaitan dengan adanya pegawai PN Jakarta Pusat yang terinfeksi COVID-19. Sejatinya, Pinangki akan menjalani sidang hari ini dengan agenda jawaban Jaksa atas eksepsi yang telah diajukannya.

“Akan dilaksanakan lockdown PN Jakarta Pusat. Terhitung mulai Rabu tanggal 7 Oktober sampai Jumat 9 Oktober 2020,” kata Humas PN Jakarta Pusat Bambang Nurcahyono saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2020).

Dia mengungkapkan, ada 2 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan PN Jakpus terpapar COVID-19. Guna menelusuri alur penularan, pihaknya pada Selasa, 6 Oktober 2020 langsung menggelar rapid test atau tes cepat bagi seluruh pegawai PN Jakarta Pusat.

“Bagi yang nanti hasil rapid test-nya reaktif, maka akan dilanjutkan swab test,” ungkap Bambang.

Pegawai di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat melakukan rapid test (Dok. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat)

Bambang menjelaskan bahwa berdasarkan rapid test, ada 40 orang yang hasilnya reaktif. Mereka terdiri dari hakim dan ASN. Maka dari itu Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dan Ketua PN Jakarta Pusat meminta agar PN Jakarta Pusat ditutup sementara waktu.

Walau sempat ditutup sementara, PN Jakarta Pusat tetap membuka pelayanan yang bersifat mendesak dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) tetap dilaksanakan terbatas, khusus untuk hal-hal yang bersifat urgent atau sangat mendesak,” tuturnya.

source : idntimes

Apakah artikel ini menarik menurut kamu?

Nilai arikel ini sekarang!

Nilai Rata-Rata 0 / 5. Jumlah Penilai: 0

Belum ada yang menilai, Jadilah yang pertama untuk menilai artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *