Najwa Shihab akan dipolisikan oleh Ketum Relawan Jokowi, Gara-Gara Mewawancarai Kursi Kosong

0
(0)

Semarang – Aksi wawancara kursi kosong jurnalis Najwa Shihab untuk Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, berujung pelaporan ke polisi.

Tindakan Najwa di acara Mata Najwa itu menuai respons masyarakat dan menjadi trending topic di Twitter hingga berbagai media sosial lainnya. Hal tersebut dilakukan perempuan yang kerap disapa Nana itu lantaran minimnya informasi publik yang disampaikan oleh Terawan.

Akibat tindakan itu, sekelompok orang yang tergabung dalam Relawan Jokowi Bersatu melaporkan Nana ke Polda Metro Jaya. 

“”Kejadian wawancara kursi kosong Najwa Shihab melukai hati kami sebagai pembela Presiden. Karena Menteri Terawan adalah representasi dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo,” kata Ketua Umum Relawan Jokowi Bersatu, Silvia Devi Soembarto, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa

Dia khawatir jika tindakan yang dilakukan Nana ini akan ditiru oleh wartawan lainnya dan memberikan preseden yang buruk pada wartawan itu sendiri. Hal itulah yang menjadi dasar laporan tersebut.

“Kami diterima oleh SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) dan kami akan segera menuju ke cyber Krimsus. karena ini urusannya dengan UU ITE dan menteri yang notabene adalah pejabat negara,” ujarnya.

Silvia mengatakan bahwa Nana telah melakukan cyber bullying atau perundungan di dunia maya atau menggunakan teknologi digital. Karena narasumber tidak hadir dan kemudian wawancara tersebut dijadikan parodi.

“Parodi itu suatu tindakan yang tidak boleh dilakukan kepada pejabat negara khususnya menteri karena beliau adalah representasi dari  Presiden Joko Widodo,” ujar dia.

Dalam laporan ini, Silvia membawa barang bukti berupa penggalan video dari laman YouTube dan rencananya akan ada beberapa barang bukti lainya yang diserahkan. Dia juga mengatakan sudah melakukan komunikasi dengan Dewan pers karena kasus yang dilaporkan berkaitan dengan produk dan kerja jurnalistik.

“Sebenarnya diskusi saja dulu, karena kami bukan mau menyerang seseorang, tapi kami hanya ingin perlakuan yang dilakukan oleh Najwa Shihab di depan jutaan rakyat Indonesia tidak berulang dilakukan oleh wartawan lain atau tidak ditiru, itu saja sih,” ujarnya.

source : idntimes







Apakah artikel ini menarik menurut kamu?

Nilai arikel ini sekarang!

Nilai Rata-Rata 0 / 5. Jumlah Penilai: 0

Belum ada yang menilai, Jadilah yang pertama untuk menilai artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *