Kim Jong Un Minta Maaf, Korsel Desak Korut Selidiki Penembakan Pejabat di Perbatasan

0
(0)

SEOUL, Korea Selatan (Korsel) akan mendesak Korea Utara (Korut) untuk menyelidiki kasus kematian seorang pejabatnya akibat ditembak oleh pasukan di perairan perbatasan.

Jenazah pejabat Korsel itu ditemukan terapung di dekat perbatasan laut yang disengketakan kedua negara pada Selasa (22/9/2020). Korsel juga akan meminta penyelidikan digelar bersama.

Kasus ini memaksa pemimpin Korut Kim Jong Un meminta maaf kepada Presiden Moon Jae In serta rakyat Korsel dengan menyebut sangat menyesalkan. Kim Jong Un diketahui sangat jarang meminta maaf.

Dalam pernyataan United Front Department, lembaga Korut yang bertanggung jawab terkait isu hubungan dua Korea yang kemudian dirilis istana kepresidenan Gedung Biru, Kim menggambarkan penembakan oleh tentaranya sebagai insiden yang tidak terduga dan menyayangkannya.

Gedung Biru menyatakan, Korsel meminta penyelidikan digelar bersama karena laporan dari Korut tentang insiden tersebut berbeda dengan apa yang didapat intelijen Seoul.

“Kami memutuskan untuk meminta Korea Utara melakukan penyelidikan tambahan dan juga meminta penyelidikan bersama jika diperlukan,” kata Gedung Biru, seperti dikutip dari Associated Press, Sabtu (26/9/2020).

Disebutkan pula Korsel akan segera mengambil tindakan untuk memperkuat pengawasan di perairan lepas pantai barat untuk mencegah insiden serupa terulang kembali.

Penjaga pantai Korsel mengerahkan puluhan kapal dan ratusan petugas untuk mencari korban di perairan dekat perbatasan laut untuk mencari korban.

Korsel menuduh pasukan Korut menembak pria itu dengan tuduhan mencoba membelot. Bukan hanya itu, jenazah korban lalu dibakar dan dibiarkan mengambang di laut.

Setelah penemuan jenazah, Korsel mengecam Korut dengan menyebutnya sebagai tindakan kejam dan mendesak agar menghukum mereka yang bertanggung jawab.

source : okezone.com

Apakah artikel ini menarik menurut kamu?

Nilai arikel ini sekarang!

Nilai Rata-Rata 0 / 5. Jumlah Penilai: 0

Belum ada yang menilai, Jadilah yang pertama untuk menilai artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *