Kasus Covid-19 Tinggi di Jakarta, Epidemiolog: Perilaku Masyarakat Tak Patuh

0
(0)

JAKARTA – Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, masih tingginya kasus baru Covid-19 di Jakarta saat masa pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) lantaran perilaku masyarakatnya masih terbilang tak patuh.

Misalnya, kata Dicky, masih banyak masyarakat yang berpergian di saat masa PSBB ini dan seakaan mereka tak peduli terhadap situasi pandemi Covid-19.

“Masyarakat masih pergi-pergi dan seperti tidak peduli pada situasi. Dan ini bahaya sekali,” ujar Dikcy saat dihubungi Okezone di Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Kata Dicky, sekitar 60 persen masyarakat Jakarta masih berperilaku sama seperti sebelum wabah Covid-19 melanda Indonesia. Sehingga wajar saja jika angka kasus baru konfirmasi positif di Ibu Kota tetap naik.

“Sehingga wajar jika tren belum turun, dan cenderung tetap naik, apalagi di saat Pemerintah tidak lakukan test-trace secara maksimal,” jelasnya.

Sebelumnya Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, pihaknya mencatat kasus Covid-19 sebanyak 707 kasus hari, Senin 28 September 2020.

DKI melakukan tes PCR sebanyak 6.429 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 5.122 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 707 positif dan 4.415 negatif.

“Namun, total penambahan kasus positif sebanyak 807 kasus, lantaran terdapat akumulasi data sebanyak 100 kasus dari tanggal 27 September baru dilaporkan. Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 85.523. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 68.518,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

source : okezone.com

Apakah artikel ini menarik menurut kamu?

Nilai arikel ini sekarang!

Nilai Rata-Rata 0 / 5. Jumlah Penilai: 0

Belum ada yang menilai, Jadilah yang pertama untuk menilai artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *