Jokowi Diminta Instruksikan Pejabat Publik Terbuka jika Positif Covid-19

0
(0)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Jokowi Diminta Instruksikan Pejabat Publik Terbuka jika Positif Covid-19”, Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2020/09/17/10435271/jokowi-diminta-instruksikan-pejabat-publik-terbuka-jika-positif-covid-19.
Penulis : Tsarina Maharani
Editor : Kristian Erdianto

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

JAKARTA, – Guru Besar Institut Dalam Negeri (IPDN) Djohermansyah Djohan, meminta Presiden Joko Widodo membuat instruksi kepada para pejabat publik, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar bersikap terbuka jika terkonfirmasi positif Covid-19.

Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan tanggung jawab seorang pejabat publik agar penularan Covid-19 tidak makin meluas. “Harus ada komando langsung dari presiden agar pejabat publik terbuka. Jadi perlu ditegaskan, jika pejabat publik positif Covid-19, harus declare,” kata Djohermansyah saat dihubungi, Kamis (17/9/2020).

Djohermansyah mengatakan, pejabat publik harus menjadi teladan bagi masyarakat. Di sisi lain, Presiden Institut Otonomi Daerah itu menuturkan, Covid-19 semestinya tidak dipandang sebagai sebuah aib. Apalagi, para pejabat publik kerap memiliki riwayat kontak dengan banyak orang.

“Mungkin ada yang berpikir ini aib atau tidak enak, karena kultur kita cenderung seperti itu. Tidak mau membuka penyakit dan menganggapnya privasi. Tapi ini bukan soal itu, ini adalah virus yang bisa menular, sehingga wajib bagi pejabat publik yang memiliki tanggung jawab untuk declare,” tuturnya.

Dengan demikian, mereka yang merasa pernah memiliki riwayat kontak dengan pejabat publik tertentu dapat segera memeriksakan diri. Sedangkan jika pejabat publik menutupi statusnya sebagai pasien Covid-19, justru akan membahayakan keselamatan banyak orang. “Kalau terbuka, maka orang yang berkontak akan waspada, sehingga dapat memeriksakan diri dan melakukan langkah-langkah pencegahan,” kata dia.

“Sementara kalau diam saja, orang-orang yang bertemu itu kan tidak tahu. Akhirnya tidak periksa dan mungkin menularkan ke lingkungan sekitarnya,” imbuhnya.

Mengutip data Litbang Kompas, sejak Maret hingga pertengahan September 2020, tercatat 20 pejabat daerah (gubernur, bupati-wakil bupati, wali kota-wakil wali kota) positif Covid-19.

Dari 29 nama itu, 24 sembuh dan 5 meninggal dunia. Pada Rabu (16/9/2020), Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah meninggal dunia akibat Covid-19. Selain itu, Juru Bicara Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengonfirmasi Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo sempat terpapar Covid-19.

Namun, Edhy disebutkan sudah sembuh. Kabar mengenai Edhy yang positif Covid-19 ini sebelumnya simpang siur dan tak ada pihak yang memberikan pernyataan resmi. “Saya sudah lakukan komunikasi via telepon dengan saudara Edhy Prabowo dan saudara Edhy Prabowo dalam kondisi merasa keadaannya sehat dan sudah makan enak, dan Alhamdulillah hasil swab sudah negatif,” kata Dasco, Rabu (16/9/2020).

source : Kompas.com 

Apakah artikel ini menarik menurut kamu?

Nilai arikel ini sekarang!

Nilai Rata-Rata 0 / 5. Jumlah Penilai: 0

Belum ada yang menilai, Jadilah yang pertama untuk menilai artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *