Joe Biden Ucapkan ‘Insya Allah’ di Debat Capres AS

0
(0)
WILMINGTON, DE – SEPTEMBER 24: Democratic candidate for president, former Vice President Joe Biden makes remarks about the DNI Whistleblower Report as well as President Trumps ongoing abuse of power at the Hotel DuPont on September 24, 2019 in Wilmington, Delaware. (Photo by William Thomas Cain/Getty Images)

WASHINGTON DC, iNews.id – Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, kedapatan menggunakan kata “insya Allah” saat mengikuti debat dengan kandidat petahana dari Partai Republik, Donald Trump, kemarin. Aksi Biden tersebut kemudian menuai ragam reaksi di media sosial.

Biden menggunakan frasa dalam Bahasa Arab tersebut saat menyinggung laporan pajak tahunan Donald Trump yang dianggap tak pernah transparan. Dalam salah satu sesi debat capres, Trump mengatakan, laporan pajaknya akan dirilis ke publik sesegera mungkin setelah dirampungkan.

Biden pun langsung menimpalinya. “Kapan (laporan pajak itu dirilis)? Insya Allah?” ucap mantan wapres AS dua periode itu, kemarin.

Ungkapan “insya Allah” yang dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai “jika Allah menginzinkan” adalah frasa yang sering digunakan kaum Muslim secara tulus untuk memenuhi janji. Akan tetapi, ungkapan itu juga kadang kala digunakan secara sarkastik di Barat, yang berarti sesuatu yang tidak mungkin terjadi.

Banyak pengguna media sosial memuji Biden karena menilai pria itu telah menggunakan sebuah ungkapan dalam konteks yang tepat. Akan tetapi, banyak pula wargnet lain yang mempertanyakan pengucapannya.

Alarabiyah melansir, cara Biden melafalkan “insya Allah” membuat beberapa penonton bertanya-tanya, apakah dia malah mengucapkan “enchilada”—hidangan tradisional khas Meksiko.

Akan tetapi, tim kampanye Biden mengonfirmasi kepada media Amerika, NPR, bahwa sang politikus sebenarnya memang menggunakan frasa “insya Allah”.

Apakah artikel ini menarik menurut kamu?

Nilai arikel ini sekarang!

Nilai Rata-Rata 0 / 5. Jumlah Penilai: 0

Belum ada yang menilai, Jadilah yang pertama untuk menilai artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *