Hal yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan saat Indonesia Resesi

0
(0)

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan Indonesia terperosok ke jurang resesi pada kuartal III tahun ini. Masyarakat pun harus bisa mengontrol keuangan supaya tabungannya tidak ludes di masa gejolak ekonomi tersebut.

Perencana Keuangan dari OneShildt Financial Planning Agustina Fitria menyarankan supaya masyrakat mengutamakan pengeluaran untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan membayar kewajiban seperti utang, biaya sekolah , premi asuransi atau iuran BPJS Kesehatan.

“Untuk keinginan yang sifatnya tidak mendesak dan bukan untuk kebutuhan hidup atau produktivitas kerja atau usaha, selama masa resesi lebih baik ditunda terlebih dahulu sampai kondisi ekonomi dan keuangan keluarga lebih stabil. Gunakan dana darurat dengan bijak untuk mengantisipasi kondisi ekonomi yang belum membaik sampai beberapa bulan ke depan,” kata Agustina saat dihubungi Okezone, Jumat (2/10/2020)

Dia mengimbau setiap pekerja membuat catatan pengeluaran apa yang harus dilakukan dalam jumlah yang cukup besar sampai 1 tahun ke depan, dan siapkan dananya dalam bentuk tabungan agar tidak terdampak gejolak harga.

“Misalnya uang pangkal sekolah, premi asuransi tahunan, pajak kendaraan, rencana renovasi rumah atau perbaikan kendaraan yang memang mendesak,” ujarnya.

Dia menyarankan, sebaiknya libatkan seluruh anggota keluarga dalam pengelolaan keuangan. Misalnya, mencatat pengeluaran masing-masing, menggunakan listrik, air, dan internet seperlunya.

“Untuk rencana pengeluaran besar lakukan diskusi sebelum eksekusi untuk memastikan kesiapan dana,” kata dia.

source : okefinance.com

Apakah artikel ini menarik menurut kamu?

Nilai arikel ini sekarang!

Nilai Rata-Rata 0 / 5. Jumlah Penilai: 0

Belum ada yang menilai, Jadilah yang pertama untuk menilai artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *